Mimpi pun pasti tidak Fadilah dan Farhan sangka, skenario apik yang telah mereka rancang begitu rapi ternyata gagal total. Alih-alih mereka bisa memperdaya Aben dengan drama amnesia, malah mereka sendiri yang masuk ke perangkap Genta. Mending kalau langsung didamprat dan dipermalukan dengan membongkar rencana busuknya yang sudah terendus. Genta justru balas dengan prank yang tak kalah gila. Lihat saja setakut apa Fadilah yang diikat kedua tangan dan kakinya di tempat tidur. Mulutnya disumpal kaos kaki bau terasi, lalu Genta dengan seriusnya menghunus pisau bedah mau membelek kepalanya. Andai mulutnya tidak tersumpal, pasti Fadilah sudah berteriak mengakui semua sandiwara kebohongannya. Sayang, dia tidak berkutik ketika Genta menyeringai menakutinya mau membedah lagi kepalanya tanpa bius.

