Bab 96. Hak Asuh Alan

1303 Words

Mobil berhenti tepat di depan gerbang mansion. Sebelum turun, Eka kembali menatap jalanan yang ditaburi pasir tadi. Ada rasa aneh yang menggelitik nalurinya. Ia menoleh ke satpam yang berdiri tak jauh dari gerbang. “Pak,” sapa Eka ragu, “ini … kenapa jalannya kayak gini? Ditaburi pasir?” Satpam itu melirik jalan sebentar, lalu kembali menatap Eka. “Oh, itu. Tadi pagi ada kejadian, Mbak.” “Kejadian apa?” tanya Eka spontan. “Pembantu di dalam mansion lari ke jalan, Mbak. Ketabrak mobil.” Nada suara satpam datar, seperti menyampaikan fakta biasa. “Kesalahan dari pembantunya sendiri. Ambulans sudah bawa ke rumah sakit.” Eka tercengang. “Ketabrak … mobil?” ulangnya pelan. “Iya,” jawab satpam singkat. Jantung Eka berdetak lebih cepat. Ada rasa tidak nyaman yang tiba-tiba merayap. Ia tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD