Seminggu berlalu tanpa suara perubahan. Hari-hari di rumah sakit berjalan dengan ritme yang aneh—terlalu cepat untuk hal-hal kecil, terlalu lambat untuk hal-hal yang paling penting. Lampu ICU masih menyala seperti biasa. Monitor masih berbunyi dengan irama yang sama. Dan Bram … tetap terbaring di sana, tak bergerak, tak membuka mata, seolah waktu berhenti tepat di tubuhnya. Tidak ada kabar buruk yang tegas. Tidak ada kabar baik yang memberi harapan nyata. Hanya satu kalimat yang terus berulang dari para dokter: “Kondisi masih stabil, tapi belum ada respons sadar.” Kalimat itu menjadi beban. Dan perlahan, beban itu menjatuhkan Mama Linda. Tubuhnya yang sejak hari pertama menahan tangis, menahan cemas, menahan lelah—akhirnya menyerah. Demam datang, tekanan darah turun, dan suatu pagi Ma

