Bab 71. Sebentar Lagi Tugas Sudah Selesai

1200 Words

Eka memilih pergi sebelum sarapan benar-benar dimulai. Langkahnya cepat, tumitnya menghentak lantai koridor dengan suara yang sengaja tidak ia redam. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras. Di ruang makan utama, ia memanggil salah satu maid dengan nada pendek dan dingin. “Siapkan sarapan di sini,” perintahnya. “Aku tidak mau makan di luar.” Maid itu mengangguk cepat. Eka menjatuhkan diri di kursi, menarik napas panjang, lalu menghembuskannya kasar. Di kepalanya, amarah berkelindan—pada Bram, pada situasi, pada Alea yang menurutnya selalu berada di pusat perhatian tanpa berusaha. Tangannya mengepal di atas meja. Ia menatap ke arah taman belakang dari balik kaca besar, lalu memalingkan wajah dengan dengusan kesal. "Akhirnya Mbak Rere siuman, berarti Alea akan kembali ke Yogyakarta!" ***

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD