Bab 70. Tamparan Keras

2042 Words

Malam belum sepenuhnya turun ketika Bram keluar dari area rumah sakit. Udara Jakarta terasa lebih dingin dari biasanya, atau mungkin hanya perasaannya yang sedang terburu-buru. Ia tidak langsung menuju mansion. Setir dibelokkan ke arah lain—ke toko kue langganan yang masih terang oleh lampu etalase. Di dalam toko, aroma mentega dan gula menyambut. Bram berdiri di depan etalase, menatap pilihan kue dengan fokus yang jarang ia gunakan untuk hal-hal remeh. Ia menunjuk beberapa jenis: cheesecake stroberi, cake cokelat lembut, dan beberapa pastry kecil. Lalu ia menambahkan s**u cokelat botolan—yang ia ingat pernah diminum Alea—dan meminta semuanya dikemas rapi. Dari sana, ia mampir ke apotek. Langkahnya cepat, tujuannya jelas. Vitamin untuk daya tahan tubuh, multivitamin, dan suplemen ringan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD