Bab 139. Masih Mencintaimu

1331 Words

Pukul sembilan malam. Jam dinding di ruang santai berdetak pelan, teratur, seolah mengingatkan bahwa hari yang panjang akhirnya mendekati ujungnya. Lampu-lampu temaram memantulkan cahaya hangat ke sofa-sofa empuk, membuat suasana terlihat tenang—nyaris menipu. Mereka sempat duduk bersama cukup lama di ruang santai itu setelah selesai makan malam Bukan obrolan berat. Tidak ada pembahasan masa lalu, tidak ada sidang, tidak ada nama Rere. Hanya percakapan ringan tentang cuaca, tentang Alan yang semakin kuat, tentang Yogyakarta yang selalu terasa lebih ramah daripada Jakarta. Mama Linda lebih banyak mendengar, sesekali tersenyum, sesekali menimpali dengan cerita-cerita kecil tentang masa kecil Bram. Alea mendengarkan dengan sikap tenang. Punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat rapi di p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD