Sore hari tiba perlahan, membawa cahaya lembut yang menembus tirai tipis ruang utama mansion. Udara terasa lebih hangat, namun suasananya justru penuh kewaspadaan—setidaknya bagi Eka, yang sejak tadi mondar-mandir di koridor, menunggu sesuatu yang baginya sangat penting: kedatangan ibunya. Pintu depan terbuka. Seorang perempuan berkerudung krem muda dengan wajah lembut dan senyum sopan melangkah masuk. Di tangannya ada map kecil dan tas jinjing berwarna pastel. Dialah Ida, babysitter dari yayasan yang sebelumnya dihubungi Mama Linda. “Selamat sore, Bu,” sapa Ida sopan kepada Mama Linda yang sudah berdiri menyambutnya di tengah ruang utama. Mama Linda tersenyum ramah. “Sore. Kamu Ida, kan? Masuk, masuk dulu. Mari duduk.” Alea juga turut menyambut. “Silakan duduk, Mbak Ida.” Ida menund

