Bab 48. Sindiran Mama Linda

1326 Words

Suasana ruang utama mansion sore itu masih menyisakan aroma teh melati dari cangkir yang belum sempat dibereskan Umi. Cahaya matahari yang menembus kaca besar mulai meredup, memantulkan warna jingga lembut di lantai marmer. Mama Linda duduk dengan postur anggun, tetapi wajahnya tetap menyimpan kewaspadaan. Di hadapannya, Bude Laksmi memeluk erat baby Alan yang tampak tenang—setidaknya sebelum tangisnya tadi mulai menggema di seluruh ruangan. Bram sedang rapat lewat Zoom di ruang kerja, dan keputusan soal Alan harus menunggu. Itu sudah jelas. Mama Linda sudah menjelaskan hal itu pada Bude Laksmi, dan besannya mengangguk, walau sorot matanya jelas-jelas menunjukkan dorongan besar untuk membawa cucunya pulang sore itu juga. Alea berdiri beberapa langkah di belakang mereka, memandang situasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD