Bab 65. Berkata Jujur

2057 Words

Langkah kaki Ida terdengar pelan di koridor lantai dua sebelum pintu kamar baby Alan diketuk singkat. Pintu itu terbuka perlahan, cukup agar aroma bubur ayam hangat menyusup masuk ke ruangan yang masih diselimuti sisa dingin pagi. Ida masuk dengan hati-hati. Di tangannya ada nampan berisi semangkuk bubur ayam, segelas air hangat, dan botol kecil obat penurun panas. Uap tipis mengepul dari bubur, aromanya sederhana tapi menenangkan. Bram masih berada di dalam kamar. Ia berdiri tidak jauh dari ranjang, punggungnya menghadap jendela. Ketika melihat Ida masuk, ia mengangguk singkat. “Taruh di meja,” katanya datar. Ida mengikuti arah pandangan Bram, meletakkan nampan itu di meja kecil dekat ranjang. Ia sempat melirik Alea yang masih terlelap—wajah perempuan itu pucat, napasnya berat tapi te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD