Bab 116. Dok, Saya Ingin Bertemu Dengan Anak Saya

2105 Words

Di kantor Kevin, gema langkah kaki aparat kepolisian yang membawa Leo pergi masih terasa. Bram masih berada di sana, duduk kaku di kursi rodanya, dadanya naik turun menahan sisa amarah yang belum sepenuhnya padam. Namun cerita di tempat itu berhenti sejenak—karena di tempat lain, di rumah sakit yang sama, sebuah kesadaran perlahan kembali, membawa perasaan yang jauh lebih rumit daripada kemarahan. *** Kelopak mata Alea bergetar pelan. Cahaya putih menembus samar-samar di balik bulu matanya. Bau khas rumah sakit—alkohol, antiseptik, dan udara dingin—menyusup ke inderanya. Kepalanya masih terasa berat, seperti ada denyut yang tertahan, namun kali ini tidak sekuat sebelumnya. Ia membuka mata perlahan. Pandangan Alea menyapu ruangan. Dinding putih, tirai yang setengah terbuka, mesin monito

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD