Bab 62. Kepergok Mama Linda

1304 Words

Alea belum sempat menyelesaikan kalimatnya. Kata terakhir menggantung di udara—terpotong oleh sesuatu yang sama sekali tidak ia duga. Bram melangkah satu langkah lebih dekat. Terlalu dekat. Jarak yang tadi masih sopan, tiba-tiba lenyap. Alea sempat melihat perubahan kecil di wajah pria itu—rahang yang mengeras, mata yang meredup seperti ditarik oleh keputusan yang tidak lagi melewati nalar. Ia membuka mulut, hendak berkata jangan, atau cukup, atau apa pun yang bisa menghentikan ini. Namun yang datang justru sentuhan hangat di bibirnya. Singkat. Mendadak. Salah tempat dan salah waktu. Dada Alea seketika membeku. Otaknya kosong sepersekian detik sebelum amarah menyusul seperti gelombang besar yang menghantam tanpa aba-aba. Ingin rasanya ia menampar Bram. Tangan kanannya bahkan suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD