Bab 54. Di Balik Pintu

1670 Words

Langkah Alea menaiki anak tangga terasa goyah, seolah setiap anak tangga melukai lututnya yang masih bergetar. Nafasnya tidak beraturan. Udara di koridor terasa berat, seperti menekan tulang rusuknya dari dalam. Begitu ia sampai di lantai dua menuju kamar Alan, Alea berhenti. Merapatkan tangan ke dadanya, mencoba menenangkan detak jantung yang masih berlari gila. Kenapa dia … menciumku? Dan kenapa aku tidak langsung menamparnya? Alea memejamkan mata, memukul kepala pelan dengan telapak tangan. Ia benci dirinya sendiri karena tubuhnya sempat membeku—bukan menolak. “Ya Allah,” bisiknya. “Kenapa semua ini harus terjadi hari ini.” Ketika ia membuka mata, Ida muncul dari arah kamar Alan, membawa piring di tangannya. “Eh, Mbak Alea,” sapa Ida, sedikit terkejut melihat wajah Alea yang puc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD