Suasana senja perlahan tenggelam sepenuhnya saat jam di ruang utama mansion menunjukkan pukul 19.00. Lampu-lampu kristal di langit-langit menyala lembut, memantulkan cahaya kuning keemasan yang membuat seluruh ruangan tampak hangat, kontras dengan ketegangan yang masih bertahan sejak sore tadi. Aroma masakan rumahan mulai merayap dari arah dapur—sedap, gurih, menenangkan. Sesuatu yang seharusnya menghadirkan kehangatan, namun justru tercampur hawa dingin dari percakapan yang tertunda. Mama Linda melihat jam lalu menoleh pada Bude Laksmi. “Bu, makan malam sudah hampir siap. Mari makan bersama saja sebelum nanti dilanjutkan bicara dengan Bram,” ujarnya, halus dan penuh tata krama—meski ada ketegasan yang tak bisa disembunyikan. “Ba—baik, Bu Linda,” jawab Bude Laksmi, berusaha tersenyum mes

