Satu…Dua…Tiga…

1035 Words

Sean melepaskan tangannya, melirik jam dan ternyata sudah jam tiga dini hari. " Yasudah, lanjutkan saja tidur-mu. Abaikan orang lain. Kalau ada yang berani macem-macem terhadapmu katakan kepadaku aku akan menghadapi mereka yang berani menyakitimu.." Ujar Sean dengan penuh percaya diri, hingga membuat Arsih menoleh dan mencibir pria itu. " Tidurlah, aku akan menjaga dan melindungimu..." Sekilas kalimat Sean membuat Arsih terpana, lalu dia kembali ke jati dirinya sebelumnya. Dia tertawa terkekeh mendengar kalimat Sean yang seolah memiliki kuasa. "Iya, Tuan. Iya! Percaya aja dech. Tapi kayaknya gak perlu cara aneh-aneh dech. Cukup gampang caranya biar orang lain gak nyakitin aku, mau tau caranya?" Arsih menatap kearah Sean yang telah kembali duduk di tepi ranjang sembari menggelengkan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD