"Andai kamu di kost semanis ini dan tidak memberlakukan piket terhadapku, aku pasti sangat bahagia sayang, bisa terus di dekatmu seperti ini....bermesraan tanpa harus memikirkan tugas..." bisik Sean sembari membelai rambut Arsih di pangkuannya. "Aihh...bawel deh..,piket itu bagian dari peraturan kost, ga boleh di langgar.." jawab Arsih membuat Sean tertawa. "Baiklah tuan puteri, yang terpenting aku selalu di dekatmu, tak masalah meski harus mengarungi tujuh samudra, dan mendaki tujuh gunung tertinggi..." jwaban Sean sudah pasti membuat Arsih jengkel, karena terlihat jelas gombalan di dalamnya. "Aihh, mulut kamu manis banget sayang kalau ngegombal, tapi jadul banget gombalannya, gak kreatif banget, pengen aku gigit, kalau kamu gini terus...." Arsih gemas karena merasa di gombal oleh Sean

