“Kau muak karena menyadari kenyataan bahwa aku se-dahsyat itu? Atau Kau muak karena pada akhirnya, kau cemburu karena hadirnya Nathania yang tiba-tiba, menyapaku sehingga merusak mood baikmu. Atau kau muak karena aku tidak menciummu...” seiring berakhirnya kalimat Sean, dengan secepat kilat bibir pia itu mengecup pipi mulus milik Arsih, hingga membuat wanita itu menoleh dan hendak memukul pria yang dengan berani mencium pipinya. Tapi sayangnya Sean menyadari akan gelagat tak baik dari wanita yang tengah bersamanya, sehingga dengan secepat kilat dirinya menutup pintu mobil dan berlari kearah kemudi dengan wajah tersenyum cerah. “Kau. Kau! “ wajah Arsih memerah antara marah dan malu, karena Sean menciumnya di tempat terbuka seperti parkiran. “Sudah-lah. Tak perlu marah pada calon suami sen

