65 | Menggali Memori Lama

1254 Words

Hening. Sarapan kali itu bawaannya maluuu sekali. Ava tak sanggup mengangkat wajah, apalagi bersitatap dengan pria di depannya. Oh, God! Bahkan Om Elang terus-menerus menatapnya. Eh, sudah bukan om sekarang. Mas Elang. Ava menyuap pelan-pelan, kunyahannya juga pelan. Ini berasa jadi perempuan jaim. Habisnya .... Ah, begitulah pokoknya. "Nambah, Va. Kamu harus banyak makan," seloroh lelaki itu, meletakkan sandwich baru di piring sarapan Ava. Well, hanya berdua. Orang tua Elang sudah sarapan lebih dulu dan kabarnya sedang berkunjung ke vila Kakek Danu. "Oh, iya, Mas." Bicara soal Kakek Danu, Ava jadi teringat sesuatu. Sontak menatap Elang yang duduk di depannya, memandang selalu ke arahnya. Sejenak siluet desahan hingga geraman pria itu melintas di kepala, pipi Ava auto merona. Damn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD