SP~48

1582 Words

“Mas, bukannya papa tadi mau ngomong sama Mas Abi?” Kekehan geli Fika terhenti sejenak, saat teringat akan sesuatu. Ia hendak berbalik, tapi Abi semakin mengeratkan pelukannya dari belakang. Suaminya itu masih saja menempel, dan tidak mau melepaskannya. “Mas Abi …” “Hmm.” Abi menggumam dengan senyum yang tipis yang sejak tadi selalu tersemat di wajahnya. Bukannya tidak ingat, tetapi Abi hanya mengulur waktu karena masih ingin berdua dengan Fika. Akhirnya, Abi bisa kembali merasakan indahnya mengarungi biduk pengantin baru bersama sang istri. Namun, Abi juga harus benar-benar hati-hati, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika tidak, tamatlah sudah riwayatnya kali ini. “Ditungguin papa,” ujar Fika kembali mengingatkan. “Mandi dulu sana, biar aku siapin makan. Mas Abi juga belum ma

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD