SP~47

1261 Words

“Palsu?” Setelah mendengar penjelasan Abi mengenai surat wasiat almarhumah Sinta yang ternyata palsu, tatapan Bening sontak beralih pada Rohit. Pria yang dulunya adalah penasihat hukum Sinta ketika masih hidup. “Pak Rohit juga baru tahu?” Rohit mengangguk. “Saya baru dikasih tahu Abi tadi siang. Makanya saya mau langsung ketemu, supaya nggak ada salah paham, karena wasiat terakhir beliau waktu itu memang berbeda. Mbak Bening masih ingat kan, almarhumah bu Sinta memang minta untuk revisi surat wasiat. Tapi, sebelum ditandatangani, beliau sudah wafat duluan.” “Ya, ya, saya ingat itu.” Bening juga masih ingat, dengan pertemuannya yang terjadi antara dirinya, Rohit dan Vira. Wanita itu memberi “edukasi” pada Bening, tanpa rasa segan dan sungkan sama sekali. “Tapi kan, Pak, pembagian itu suda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD