Wanita itu menatap nanar pada rumah megah yang baru saja dia huni kurang dari dua bulan ini. Rumah yang mungkin akan segera bertemu nyonya barunya suatu hari nanti. Mata Ayuna kembali berkaca-kaca, tangannya mencengkeram kuat shoulder bag-nya, dia berjalan mundur seolah ingin mengenang semua detail dari rumah utama Elan Alastair. Taksinya sudah menunggu di sana, dan Ayuna hanya membawa ponsel, dompet, tab, juga beberapa dokumen pribadinya. Dia hanya berpamitan pada ART jika akan pergi untuk cuci mata ke mall hari ini. Penampilannya tidak terlihat seperti seseorang yang akan pergi tanpa pernah kembali lagi. Pada akhirnya Ayuna memasuki taksi yang akan membawanya ke stasiun kereta. Tatapannya masih nanar dan dia terus menengok ke belakang sambil menatap lamat-lamat pada rumah s

