Ayuna tersenyum sambil menyisir rambutnya dan mengikatnya menjadi satu. Dia lalu menyemprotkan parfum ke leher, dan kini tangannya mengelus mesra perutnya yang telah membuncit sempurna. Dan bunyi suara duk yang cukup keras di perutnya membuat senyum Ayuna langsung sumringah. “Aih … anak-anak Mama semakin aktif saja ini … Tidak sabar ya mau bermain dengan Abang dan Kakak?” bisik Ayuna lembut. Wanita itu kini menyingkap bajunya, lalu mengoleskan krim anti stretch mark di perutnya. Dia baru saja selesai mandi pagi setelah menemani triplets sarapan lalu mandi, dan saat mereka akhirnya sudah kenyang dan bersih, Ayuna meminta para suster menemani mereka di ruang bermain. Lalu Ayuna ijin pada ketiganya karena dia juga ingin mandi, dan mereka dengan begitu pengertian langsung mengangguk t

