Ayuna mengerang perlahan saat terjaga dari lelapnya yang begitu nikmat. Dia meraba sisi ranjang di sampingnya yang kini terasa dingin tanda jika penghuninya sudah tidak ada di sana. “Ah … Mas Elan pasti sudah bangun lebih awal lagi …” Ayuna mengerang pelan sambil mengusap matanya. Memang akhir-akhir ini Ayuna selalu bangun lebih siang dari sang suami, bahkan tidurnya bisa dikatakan terlalu lelap hingga tidak mendengar suara apapun di sekitarnya, padahal saat kehamilan Triplets, Ayuna cukup sensitif dan mudah terbangun. “Ibu … Sudah bangun?” Suara itu langsung membuat Ayuna menoleh ke arah pintu, perawat pribadinya -yang baru dipekerjakan oleh Elan sejak mereka mengetahui kehadiran Baby Twins- datang dengan senyum hangat sambil membawa sesuatu di nampan. Ayuna beranjak untuk bang

