Bab 117 | Pengakuan vs Kenyataan

2737 Words

“Mama …” panggilnya lirih, wajahnya masih sedikit pucat meski keadaannya sudah dinyatakan membaik. "Iya, Sayang? Kenapa, Nak?" tanya Rayya tersenyum hangat ke arah sang menantu. Ayuna berusaha untuk duduk dan Rayya dengan cekatan langsung membantunya. Ayuna juga merasa keadaannya sudah lebih baik setelah lelap sepanjang siang ini. Perawat baru saja datang untuk melepas infusnya dan mengecek tensi Ayuna, dan sejauh ini tensinya sudah normal. Suplemen dari Dokter Sonya juga telah ditebus dan dibawakan oleh perawat tadi. “Kenapa, Sayang? Ayuna mengidam? Cucu-cucu Mama mau apa ini? Akan Mama dan Papa usahakan selagi Elan belum bisa menemani Ayuna di sini,” ujar Rayya dengan nada yang riang. Rayya tersenyum bahagia, dia mengusap perut Ayuna lalu menatap sang menantu dengan penuh k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD