“Le-pas, M-mas …” Wanita itu merintih kesakitan juga ketakutan menghadapi suaminya yang telah berubah sepenuhnya menjadi monster. Air matanya sudah menganak sungai dengan rasa sakit yang mulai menjalar ke sekujur tubuhnya. Dengan tenaga terakhirnya, Nisara berusaha untuk kembali meraih lengan sang suami yang semakin kuat mencekiknya. “Ka-mu bisa menjadi pem … uhuk … bunuh .. uhuk ... uhuk ...” Tepat setelah melontarkan kalimat itu dengan susah payah, cekikan Arseno terlepas begitu saja hingga Nisara terbatuk begitu keras. “Argghhh! Bangsattt!” Arseno kembali berteriak, menjambak rambutnya dengan erangan frustrasi yang membuatnya merasa nyaris gila. Nisara yang melihat itu membekap mulutnya sambil menutup tubuhnya dengan selimut. Dia terus beringsut mundur hingga kini tubuhn

