Bab 27 | Jangan Pernah Minum Pil

1618 Words

Elan menutup pintu kamar mandi dengan helaan napasnya yang panjang. Dia membalikkan badannya dan menatap pintu itu untuk beberapa saat. Ada keraguan di hatinya meninggalkan Ayuna yang dia tau sedang tidak baik-baik saja. Namun pada akhirnya Elan beranjak dan melangkah ringan menuju meja rias sambil mengusap-usap wajahnya. Bekas tamparannya memang tidak ada, namun apa yang Ayuna lakukan akan membekas selamanya di hati. Untuk pertama kali dalam hidup, ada yang berani menyentuh wajahnya bahkan memberikan tamparan padanya. Dan yang melakukan adalah istrinya sendiri, wanita yang akan mengandung dan melahirkan para keturunannya, makanya Elan akan memberikan pengampunan dan pengecualian pada wanita itu yang sudah bertindak lancang pagi ini. “Hah!” Elan mendengus lagi dengan tatapan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD