Ayuna menyeringai kecil saat membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. -Tolak jika Mama meminta kamu menginap di rumah! Ini perintah, Ayuna! Jangan berani macam-macam kamu! Malam ini tetap tidur di apartemen!- Oh, dia akan dengan senang hati selalu membuat keputusan yang bertentangan dengan suaminya! Memang pria itu pikir Ayuna tidak bisa memainkan emosi dalam hubungan mereka seperti yang biasa pria itu lakukan selama ini?! Cih! Ayuna juga bisa melakukannya dan ke depannya akan lebih berani bin licik untuk menghadapi pria itu! Tidak ada lagi kamus rasa takut saat berhadapan dengan Elan. Rasa takutnya yang dulu berada di level tertinggi, bahkan sekedar bicara pada pria itu saja dia merasa tersiksa, kini perasaan itu sudah benar-benar sirna. Sebab jika Ayuna terus memelihar

