Ketukan di ambang pintu itu membuat pelukan Ayuna dan Rayya terlepas, Rayya langsung menoleh dan mendapati putranya yang tersenyum manis. “Kenapa peluk-pelukan ini?” tanya Elan yang mendekat ke arah mereka, mengulurkan tangan untuk menyalami sang mama dan lanjut mengecup kening Ayuna. “Kepo deh, kamu, El!” Ayuna hanya terkikik mendengar jawaban tidak memuaskan Mama Rayya untuk suaminya. “Mama ke dapur dulu, ya, Sayang. Biar Bibi menyiapkan makan malam kita.” Suara Rayya kembali berubah lembut dengan tatapan cintanya pada Ayuna, lalu meninggalkan keduanya sambil kembali memberi peringatan pada sang putra. “Jaga anak Mama baik-baik.” Elan hanya tertawa lalu memberikan kecupan di pipi sang mama. “Yes, Mam,” ucap Elan dengan nada penuh hormat, yang membuat Ayuna kembali terkekeh

