Elan menghentikan langkah sesaat setelah selesai mencuci tangan. Tarikan napasnya masih terasa menyesakkan dengan raut wajah yang keruh dipenuhi kekhawatiran. Seorang perawat berdiri tidak jauh darinya dengan scrub hijau di tangan, seolah mengatakan siap membantu Elan memakai pakaian steril itu sebelum masuk ke ruang operasi. “Ada apa, Pak Elan?” “Sus, tunggu sebentar, saya harus menghubungi seseorang,” ucap Elan dengan nada yang terdengar berat. Elan sedikit menjauh dari sana, dan langsung menghubungi Firman. Dia otomatis harus mengulang prosedur sterilisasi dari awal. Namun Elan harus melakukan ini, menghubungi Firman untuk mulai mengkoordinasi donor darah untuk Ayuna. Ini waktu persalinan Ayuna, dan apa pun bisa terjadi, sehingga Elan ingin mengantisipasi semuanya dengan s

