“Ay …” Elan lebih mendekat pada Ayuna, menarik lembut tangan sang istri lalu menghapus air mata di wajah Ayuna dan merapikan anak rambutnya. “Saya tidak akan menyakiti kamu, dan apa yang kamu takutkan tidak akan terjadi. Sekarang, ijinkan saya menjelaskan semuanya, agar kita sama-sama memahami sudut pandang satu sama lain. Bisa?” Ayuna langsung mengangguk dengan bibir yang mencebik dan mata yang kembali berkaca-kaca tanpa bisa dia cegah. Dia juga ingin mendengarkan sudut pandang sang suami dan fakta yang sejelas-jelasnya tentang semuanya, termasuk cinta pertama sang suami. Ayuna hanya ingin masalah di antara mereka bisa segera menemukan solusi dan titik terang, karena sesungguhnya dia tersiksa sekali. Hari-harinya dipenuhi ketakutan akan sebuah perpisahan dengan Baby Triplets,

