Napas Ayuna masih tersengal-sengal dengan sesenggukannya yang juga tidak mau berhenti. Namun hatinya dipenuhi kelegaan karena dia telah berhasil mengatakan semua penjelasan itu pada sang suami. Kini hatinya terasa lebih ringan, setidaknya setengah beban di hatinya berkurang, namun Ayuna menatap pria itu masih dengan tatapan yang nanar sambil mengusap bibirnya yang baru saja kembali dicumbu oleh sang suami. “Aku sudah mengatakan semua yang aku simpan selama ini dengan sejujur-jujurnya, Mas. Itulah apa yang aku rasakan dan aku rencanakan selama kita berumah tangga di tengah kesepakatan yang kita buat. Aku minta maaf telah menciptakan kekacauan dalam kesepakatan kita, Mas.” Ayuna menarik napasnya dalam dan masih sesekali tersengal akibat sisa-sisa dari isak tangisnya. Elan diam-diam

