Bab 179 | Tangisan Malam

3007 Words

“Papa!” Di detik itu Ayuna tersentak dan seolah telah kembali ke dimensi yang seharusnya. Ayuna terbangun kembali di kamarnya yang temaram, dari posisi berbaringnya wanita itu langsung terperanjat duduk dengan napas yang memburu dan wajah yang berlinang air mata. Jantungnya berdegup keras, dan tangannya terulur untuk menekan lalu menepuk-nepuknya di sana karena Ayuna merasa sesak. Tarikan napasnya terasa berat karena sesak yang masih membelenggunya atas mimpi yang dia alami. Kesedihan tadi masih terasa sangat melekat di hatinya, terlalu nyata atas mimpi yang baru saja dia alami, dan hal itu membuatnya perlahan terisak sendirian di malam yang kini terasa sunyi. Ayuna membekap mulutnya untuk meredam suara tangisnya, dia terus menepuk-nepuk dadaanya dan berusaha untuk mengontrol e

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD