Wajah tua itu terlihat lelah dan pucat, namun keinginannya masih kuat demi bisa mengais puing-puing harapan untuk bisa memastikan perusahaan bertahan lebih lama dari krisis paling parah yang pernah terjadi. “Ya Tuhan. Kapan semua ini selesai? Aku harus mencari cara lain dan tidak boleh terus bergantung pada Alastair Tech.” Beberapa saudaranya mulai menyalahkan sebab nasib perusahaan perlahan hancur di tangannya. Dia hanya memiliki Nisara sebagai penerus, namun secara kondisi, pengalaman dan kemampuan tidak bisa membantu Dewangga untuk menangani krisis perusahaan. Dia sendirian, dan tidak memiliki tangan kanan yang masih bertahan di sisinya, satu demi satu orang perlahan mundur, dan kini dia sedang mengusahakan mencari pegangan baru. Namun, dengan keadaannya sekarang, di saat pemi

