Rahang Elan mengetat sempurna begitu membaca balasan dari pesan yang dia kirimkan pada sang istri. Pesan pancingan agar Ayuna penasaran tentang kehamilan palsu Nisara dengan harapan wanita itu meminta cerita lengkapnya dan Elan akan dengan senang hati mengajaknya bertemu sekaligus melepas rindu. Namun detik berikutnya Elan sontak mengernyit tidak suka dengan pemikiran yang mampir. "Rindu?" Pria itu mendecih dengan tatapan tidak mungkin. 'Kamu pasti hanya merindukan tubuh yang selalu memberi kehangatan itu dan bisa membuat kamu tidur nyenyak, Elan. Bukan rindu dalam artian yang lain.' Suara hatinya membisik tidak yakin, sebab ada konfrontasi lain yang juga mengusiknya dari sang hati. 'Kamu bahkan kehilangan sosoknya dan mengirimkan pesan-pesan clingy sejak kemarin pada Ayuna.

