Ayuna bersenandung ringan begitu keluar dari kamar mandi, wanita itu langsung merebahkan diri di tengah kasur dengan wajah yang bahagia sambil menatap ke langit-langit kamar. Tenang sekali malam-malamnya beberapa hari terakhir. Dia memiliki kasurnya sendiri, kamarnya sendiri yang super nyaman, juga ketenangan yang sudah lama rasanya tidak Ayuna rasakan. Meski sesungguhnya, terkadang hatinya berbisik, merasa kekosongan yang entah kenapa Ayuna rasakan. Perasaan kosong karena sesuatu yang membersamai rutinitasnya seperti menghilang begitu saja. Sesuatu yang sudah berjalan bersama ritme kesehariannya kini menghilang, dan Ayuna sadar apa yang hilang. Ayuna memilih beranjak untuk mengganti pakaian dan memakai skincare, meski pikirannya mulai kembali terusik dengan sosok Elan Alastair.

