"Huft!" Wanita itu mengembuskan napasnya panjang dengan tatapan yang puas begitu tiba di ruang kerjanya. Lucyana langsung menjatuhkan badan di kursi kebesarannya dengan tatapan yang terlihat sangat bahagia. Bayangan wajah tampan Elan yang bisa kembali dia lihat dari dekat membuat harinya terasa begitu indah dan sempurna. Apalagi nanti di hari-hari ke depan, akan begitu mudah bagi Lucyana menatap wajah rupawan itu dan mendekati sosoknya sampai akhirnya Lucyana berhasil membuat Elan jatuh hati padanya. Selepas meeting di Alastair, Lucyana langsung mengumpulkan tim untuk meeting internal membahas integrasi tahap dua. "Elan ... Kenapa kamu begitu jahat dengan terus membuat jantungku berdebar-debar? Bahkan tatapan tajam itu tetap sukses menghipnotisku dan membuatku semakin tergila-g

