Bab 82 | Pertengkaran Sengit

2507 Words

Wanita itu menggeliat pelan saat merasakan bahunya diusap lembut. “Sayang, bangun dulu, ya?” Suara yang selalu menenangkan hatinya membuat Nisara tersenyum lembut pada sosok yang telah melahirkannya. “Mama …” Alena mengangguk lalu mengecup kening Nisara sambil membelai pipinya sayang. "Bangun, sudah sore, Sayang. Tidurnya nyenyak, Sayang?" Wanita paruh baya itu membantu sang putri untuk duduk, senyumnya cerah sebab bahagia karena Nisara bisa tidur siang dan beristirahat dengan baik hari ini. Meski raut wajahnya masih sendu dan pekat akan kesedihan, namun secara kondisi Nisara sudah jauh membaik, sudah keluar dari rumah sakit sejak tiga hari yang lalu. "Nyenyak, Ma." "Mama siapkan makannya, ya? Lalu minum obat." Alena duduk di tepi ranjang dan merapikan rambut Nisara denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD