Kening pria itu mengernyit dalam mendengar penilaian sang istri yang cukup mengganggunya. Elan lalu mencondongkan tubuhnya dan menatap dengan mengintimidasi ke arah Ayuna. “Jadi selama ini kamu menilai saya diktator?” Meski pun tatapannya tidak bersahabat, namun pria itu tetap menyuapi Ayuna dengan pelan. Pun Elan langsung meletakkan ponselnya begitu saja di atas ranjang dalam keadaan terkunci. “Eh?” Ayuna mengerjap. Pria itu melanjutkan obrolan mereka yang tadi dan mengabaikan pesan yang masuk dari wanita itu? "Balas dulu itu pesan dari Bu Dokter, Pak." Ayuna menunjuk ponsel di atas ranjang dengan dagunya, eh keningnya justru disentil kecil. “Pikiran kamu sangat buruk tentang saya. Saya hanya menjadi pemimpin yang tegas dengan aturan yang ketat. Bukan berarti diktator! Ko

