Rasa nyeri itu perlahan Ayuna rasakan, terasa seperti tinju dari kepalan tangan yang mencengkeram dari dalam. Dari perut bagian bawah, sakitnya merambat ke pinggang, menjalar ke punggung, lalu turun sampai paha. Setiap gelombangnya datang tanpa ampun, menekan, memutar, seolah ada sesuatu yang diremas dan ditarik bersamaan di dalam sana. Rasa sakit itu membuat Ayuna terjaga di sekitar jam dua pagi, dia terjaga dengan tubuh yang berkeringat, suhu tubuh yang masih panas juga badan yang begitu lemas. Ayuna meringkuk, napasnya pendek-pendek. Keringat dingin semakin banyak muncul di pelipis meski ruangan terasa dingin. Tubuhnya gemetar halus, dia familiar dengan rasa sakit yang mencengkeram perutnya ini. Yang begitu menyiksa hingga untuk sekadar meluruskan kaki saja dia kesulitan, nyeri

