Bab 145 | Semakin Kacau

2433 Words

“Aghhhh …. Hhhh ….” Tubuh Ayuna kembali terperanjat dengan napas yang tercekat saat rasa sakit itu kembali mencekiknya dalam tidur. Napas wanita itu memburu hebat sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya, Ayuna merasa dia juga sudah mandi keringat, padahal ini di siang bolong, dan dia rasanya baru lelap setengah jam yang lalu, namun suara jahat itu kembali mengoyak kepalanya. Ayuna memijit pelipisnya yang kembali berdenyut dengan rasa sakit yang masih menusuk-nusuk kepala. Jika kualitas tidurnya terus-menerus seperti ini, rasa-rasanya tidur akan menjadi hal traumatis untuknya. Ayuna menjadi merasa dia selalu disiksa dalam tidurnya dengan lengkingan suara yang menyayat-nyayat sarafnya. Bahkan saat kesadarannya telah benar-benar kembali, Ayuna masih harus berusaha melawan sera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD