Ayuna terbatuk pelan saat terjaga dari tidurnya pagi itu, dia mengerjap sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan erat sang suami. Bibirnya tersenyum tipis sambil mengusap lembut pipi Elan yang terlihat masih sangat lelap dalam tidurnya. Gurat kelelahan tercipta jelas di wajah suaminya itu yang semalam baru saja pulang setelah perjalanan bisnis dua hari ke Shanghai. Ayuna tidak tau suaminya itu semalam tiba jam berapa, karena Ayuna menunggu sampai jam sepuluh malam di ruang tamu, namun Elan tidak kunjung datang, dia sampai ketiduran dan tau-tau bangun di ranjang dalam dekapan suami tercinta. “Mas pasti masih lelah, ya,” bisik Ayuna membelai lembut pipi Elan lalu mengecupnya. Ah, Ayuna benar-benar rindu meski ini bukan pertama kalinya dia ditinggal untuk perjalanan bisnis oleh

