Ayuna mengangguk lagi, lalu benar-benar beranjak keluar dari kamar menuju ke garden lounge di mana sang papa tengah menunggu. Dan saat Ayuna tiba di sana, hatinya langsung merepih pilu, melihat keadaan sang papa yang terlihat lebih tua sepuluh tahun dari yang terakhir kali Ayuna lihat. Papa terlihat sangat kurus, penampilannya pun seperti orang yang tidak terurus, dengan tubuh yang terlihat renta dan tidak ada lagi kesan gagah seperti dulu. Langkah Ayuna terasa berat, dengan mata yang berembun begitu saja, dan saat tatapan mereka bertemu, dia bisa melihat sang papa langsung tersenyum dengan air mata yang juga tumpah. “Ayuna ….” bisiknya begitu lirih, terdengar memilukan dari bibir tuanya. Pria tua itu langsung beranjak, dan tau-tau berlutut di depan Ayuna sambil menggumam maaf.

