Di antara kemegahan yang hari ini berhasil tercipta dengan sempurna, tidak ada satu pun yang berhasil menarik perhatian sang mempelai pria. Kemewahan yang berhasil dia ciptakan hingga menghasilkan sebuah mahakarya bukanlah sesuatu yang membuatnya berbangga diri di depan semua tamu undangannya. Dia memang puas dengan hasilnya, namun yang menjadi poin penentuannya adalah dari sosok yang menjadi alasan Elan membuat mahakarya negeri dongeng ini. Netranya berpendar menatap kepada seluruh tamu undangan begitu dia naik ke panggung pelaminan, tidak ada senyum ramah yang tercipta seperti seorang pengantin pada umumnya untuk menggambarkan suka citanya. Pria itu masih tetap menunjukkan sikap dingin tak tersentuhnya dengan wajah yang minim ekspresi seperti bagaimana sosoknya selama ini dikenal

