Bab 109 | Fakta Pengkhianatan

2610 Words

“Ada yang mengganggu pikiran kamu, El?” Elan langsung mengalihkan pandangannya dari sang istri ke arah sang papa yang duduk di sebelahnya. Pria itu tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. “Tidak ada, Pa.” “Tapi mata kamu tidak mau lepas dari Ayuna. Secinta itu, huh?” Kali ini Papa Rayyan meninju bahu sang putra dengan tatapan menggoda. Elan sendiri justru mengernyit bingung mendengar ucapan Sang Papa? Cinta? Kenapa bisa papanya menafsirkan tatapan Elan pada Ayuna sebagai tatapan cinta? Padahal Elan tidak pernah terpikirkan sedikit pun. Memang tatapan orang yang jatuh cinta itu seperti apa? Elan benar-benar tidak mengerti dengan ucapan papanya itu. Setelah tadi bergabung sebentar dengan para wanita untuk bermain dengan Lea, Elan kembali berkumpul dengan para pria, dan memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD