“Kenapa masih belum?” gumamnya lirih sambil meremat rambutnya frustrasi menatap pada testpack dalam genggamannya. Ayuna lalu memilih membasuh testpack-nya, membungkusnya dengan tissue toilet lalu membuangnya ke tong sampah di dekat wastafel. Tarikan napasnya begitu dalam dengan raut wajah yang lagi-lagi masih merasa kecewa. Padahal ini sudah hampir satu bulan berlalu sejak dirinya benar-benar berhenti mengonsumsi Pil KB, dan sudah satu minggu terakhir ini Ayuna selalu mengeceknya diam-diam setiap pagi. Dia sangat ingin bisa segera hamil, sesuatu yang dulu sangat dia hindari, kini justru menjadi harapan terbesarnya. Namun sayangnya, Tuhan belum memberikan karunia itu. Setiap pagi, yang Ayuna rasakan justru hanya rasa kecewa dan lelah karena hasilnya masih selalu sama. Garis satu

