“LUCY!” Martin langsung berteriak dan berlari memangku adiknya yang sudah bersimbah darah, pun dengan Antony dan Alexa yang ikut gemetar melihat keadaan Lucyana. Alexa masih mencoba untuk tetap waras dengan menelpon ambulance meski dalam keadaan ini dia merasa nyaris gila melihat apa yang terjadi di depan matanya. Putrinya bunuh diri di depannya demi mengabulkan ucapan sang papi yang tidak lagi menganggapnya. “Lucy …” bibir Antony menggumam lirih, dengan tangan yang gemetar menyentuh lengan Lucyana yang sudah lunglai sepenuhnya. Teriakan Lucyana yang terakhir membuat kepala pria tua itu menggeleng kuat dengan jantung yang rasanya diremat-remat. ‘Lucy akan menjadi bangkai di depan Papi!’ Ucapan sang putri menikamnya tepat di dadaa, dan Antony rasanya hancur dalam sekejap mata.

