Bab 44 | Babak Baru

2421 Words

Pukulan membabi buta itu Ayuna dapatkan, namun wanita itu tidak mengelak sebab merasa dia memang pantas menerima pukulan dari bantal sofa yang dilayangkan oleh sahabatnya setelah selesai menceritakan episode gila dalam hidupnya. “Gila lo, Yun! Sinting! Setengah tahun gue tinggal! Bisa-bisanya hidup lo berubah kaya gini! Ngga waras lo! Ngga habis pikir gue. Ya Allah … Ayuna!” Karina memekik dan kembali memberikan pukulan di bahu Ayuna. Dan saat Karina menghentikan pukulannya, keheningan langsung menyelimuti mereka berdua. Keduanya saling bertatapan dengan napas yang sama-sama memburu, namun tatapannya lekat pada satu sama lain. Mata Karina perlahan terasa perih, yang lalu berkaca-kaca. Detik selanjutnya dia merengkuh Ayuna sangat erat dengan air mata yang sudah jatuh membasahi w

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD