Bab 45 | 'Sapaan' dari Alastair

2527 Words

“A-pa? Tidak ada jejak apa pun setelah penyerangan itu?! Bagaimana bisa, hah?! Minimal wanita itu masuk rumah sakit dan gegar otak!” Seorang wanita muda dengan perut yang sedikit membuncit itu terlihat berteriak sambil memegangi dadaanya. Benar-benar tidak menyangka jika informasi yang dibawakan oleh orang-orang suruhan mamanya adalah informasi sialann yang membuat dadaanya langsung terasa sesak. “Sayang … Tenang dulu, ingat napas kamu dan kandungan kamu. Duduk dulu, ya?” Wanita yang terlihat lebih tua itu menuntun putrinya untuk kembali duduk. Meski sesungguhnya Alena juga terkejut dengan apa yang disampaikan oleh atasannya. Sejak hari penyerangan itu dia menunggu anaknya itu pulang untuk meminta pengampunan, namun hingga di titik Alena hilang kesabaran, Ayuna tidak juga pulang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD