Bab 90 | Sang Pengantin

2222 Words

Sang pengantin yang kehadirannya sudah sangat ditunggu untuk segera naik ke pelaminan itu tampak terlihat gugup dengan telapak tangan yang sudah berkeringat dingin. Dia masih berdiri di depan standing mirror bridal room tersebut melihat betapa sempurna pantulan dirinya di cermin. Sejak masuk ke sana beberapa jam yang lalu untuk mulai dirias, Ayuna sudah merasakan betapa mewah bridal room tersebut yang bahkan terlihat memiliki nilai estetika di setiap sudutnya. Bibirnya perlahan mengulum senyum bahagia sambil mengusap lembut gaun pernikahannya yang tampak sempurna. Oh gaunnya terlampau halus, seolah memang dipilih menggunakan bahan terbaik yang akan membuatnya nyaman dan bahagia saat memakainya. Dia lalu menyentuh wajahnya yang hari ini terlihat berbeda, lebih cantik dengan riasan y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD