“Bagaimana hasilnya sejauh ini?” Rayyan memijit pelipisnya yang akhir-akhir ini sering terasa berat memikirkan kelakuan anak satu-satunya yang baru kali ini membuat ulah itu. Semenjak pernyataan yang keluar dari lisan Elan jika ada wanita lain di hati sang putra selain Ayuna, Rayyan sesungguhnya dipenuhi keraguan atas pernyataan sang putra. Pun ternyata bukan hanya Rayyan yang merasakan itu, Rayya diam-diam memiliki intuisi yang sama sepertinya. Malam itu, sang istri menangis mengungkapkan kekecewaannya pada Elan, namun juga mengungkapkan perasaannya yang tidak bisa mempercayai ucapan Elan sepenuhnya. Rayyan jadi kembali mengenang obrolannya yang penuh emosi dengan sang istri. ‘Pa, itu anak kita, Pa. Mama yang membesarkannya sejak di perut Mama. Rasanya Elan tidak mungkin melak

