Bab 143 | Bukan Sekedar Mimpi Buruk

2723 Words

Ayuna mengusap-usap perutnya dengan tarikan napas yang menyesakkan, wajahnya terlihat lesu seperti orang yang kelelahan dengan raut muram yang juga tercetak jelas di wajah cantiknya. Semalam hingga pagi ini, suara menyakitkan itu kembali menyiksa gendang telinga sampai rasanya menusuk-nusuk ke kepala. Bukan hanya sekali, namun sampai tiga kali, dengan intensitas yang terasa lebih mengerikan karena rasa sakitnya lebih menyiksa dari sebelumnya, namun entah bagaimana suara itu selalu menghilang saat Elan langsung mendekapnya. Bahkan bukan hanya di malam hari, kemarin, saat Ayuna mencoba tidur siang, penyiksaan menyakitkan itu kembali mengambil peran seolah ingin menghancurkannya dari dalam. Sesungguhnya Ayuna rutin tidur siang semenjak hamil, dan kemarin karena suaminya mengambil cuti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD